belajar forex untuk pemula
wanita | pelacur | wanita panggilan | memikat wanita | cara memikat wanita | tips memikat wanita | wanita penghibur panggilan | memikat hati wanita | doa memikat wanita | wanita tuna susila | kata memikat wanita | wanita panggilan bandung | wanita panggilan surabaya | wanita malam panggilan | trik memikat wanita | ajian memikat wanita | tip memikat wanita | ilmu memikat wanita | iklan wanita panggilan | harga wanita panggilan | wanita panggilan online | cerita wanita panggilan | ayat memikat wanita | panggilan wanita bali | wanita panggilan bogor |
Facebook

Pengantar Ilmu Administrasi

Judul: Pengantar Ilmu Administrasi
Penulis: Irra Chrisyanti Dewi SPd., MSM
Terbit: Mei, 2011
ISBN: 978-602-8963-12-1
Dimensi: 14 x 20,5 cm
Tebal: 102 hal
Harga: Rp 22.000,00


Pengantar Ilmu Administrasi

Pengantar Ilmu Administrasi

Kata Pengantar v
Daftar Isi vii
Bab 1: Gambaran Umum Administrasi 1
Bab 2: Hakikat Ilmu Administrasi 17
Bab 3: Unsur-Unsur Administrasi 23
Bab 4: Ruang Lingkup Ilmu Administrasi 103
Daftar Pustaka 107
Tentang Penulis 109

Pengantar Ilmu Administrasi

KUTIPAN BAB 1:

Pengantar Ilmu Administrasi

1. Cara Berpikir Administrasi

Pengantar Ilmu Administrasi

Pada era platinum saat ini (tahun 2000-an), Indonesia menjalani proses modernisasi yang menuntut setiap individu dapat menjalankan fungsi, hak, kewajiban, wewenang, dan tanggung jawab. Sehingga tercipta cara berpikir individu modern dengan konsep administrasi. Cara berpikir modern meliputi tiga inti yaitu:

a. Rasionalitas (masuk akal)
b. Kalkulus (berdasarkan perhitungan)
c. Metode (penggunaan cara yang akan dipakai)

Cara berpikir modern mutlak dilakukan dalam administrasi termasuk delapan unsur yang mendukung ilmu administrasi. Tanpa berpikir modern, maka administrasi beserta unsur-unsurnya tidak berhasil dengan baik, artinya tujuan yang telah ditentukan tidak dapat dicapai.

2. Sejarah Asal-Usul Administrasi

Dalam sejarah menunjukkan bahwa bangsa Romawi telah melahirkan ilmu administrasi yang dibudayakan oleh bangsa Eropa Barat (Eropa Kontinental). Administrasi yang diterapkan di Indonesia adalah hasil adopsi bangsa Belanda yang menjadi salah satu bangsa Eropa Barat. Beberapa negara memiliki istilah administrasi, misalnya menurut bahasa Italia menggunakan kata “administrazione”, bahasa Perancis “administration”, bahasa Belanda “administratie” dan bahasa Inggris “management”.

Dari segi etimologis, administrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu administrare yang berarti melayani, membantu. Sedangkan dalam bahasa Inggris, menggunakan istilah administration yang sebenarnya dari kata Ad (intensif) dan ministrare (to serve) yang berarti melayani. Akhirnya diartikan melayani dengan baik.

Administrasi sendiri dilihat dari 2 sudut pandang, yakni:

1. Administrasi dalam arti sempit

Secara sempit, administrasi berasal dari kata administratie (bahasa Belanda) yang diartikan sebagai pekerjaan tulis menulis atau ketatausahaan/ kesekretarisan. Pekerjaan ini berkaitan dengan kegiatan menerima, mencatat, menghimpun, mengolah, menggandakan, mengirim, menyimpan, dan sebagainya. Sehingga, bila ditinjau dari faktor masa lalu, administrasi memiliki arti menurut beberapa pendapat para ahli yaitu:

a. Administrasi sebagai kegiatan pencatatan keterangan tertulis (Paul Mabieu & The Liang Gie).
b. Administrasi sebagai pencatatan dan pemberian bahan-bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pimpinan (Tjeng Bing Tie).
c. Administrasi merupakan seluruh himpunan catatan-catatan mengenai perusahaan dan peristiwa-peristiwa perusahaan untuk keperluan pimpinan dan penyelenggaraan perusahaan (Van der Schroeff).
d. Penyelenggaraan urusan tulis menulis dalam perusahaan (Kamus Umum Bahasa Indonesia, Poerwadarminta).
e. Tata usaha/clerical work (Dephankam).
f. Pekerjaan kertas/paper work atau pekerjaan tulis menulis (Miftah Thoha).
g. Pekerjaan kesekretarisan dan ketatausahaan/ secretarial and clerical work (Soedjadi).
2. Administrasi dalam arti luas

Secara luas, administrasi merupakan proses kerjasama beberapa individu dengan cara yang efisien dalam mencapai tujuan sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut, administrasi dipandang dari 3 sudut pengertian yakni:

a. Sudut proses
Administrasi merupakan proses kegiatan pemikiran, penentuan tujuan, sampai pelaksanaan kerja hingga akhirnya tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai.
b. Sudut fungsi
Administrasi merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok individu maupun individu itu sendiri, sesuai dengan fungsi yang telah dilimpahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya, misalnya: kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan sebagainya.
c. Sudut Institusional

Administrasi merupakan personil-personil baik individu maupun sekelompok individu yang menjalankan kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya. Personil-personil yang ada pada institusional, antara lain:

a) Administrator
Individu yang menetapkan semua ketentuan institusional yang ingin dicapai pada semua kegiatan yang dilaksanakan.
b) Manajer
Individu yang memimpin dan menggerakkan secara langsung sumber daya manusia, uang, mesin, metode, maupun peralatan yang mendukung, dan sebagainya.

c) Staff/Asisten
Individu yang memiliki keahlian, karena harus menyumbangkan pemikiran dan sebagai penasihat untuk membantu administrator dan manajer dalam membuat kebijaksanaan pada kegiatan institusional.
d) Worker
Individu yang langsung melakukan pekerjaan atas perintah manajer, untuk menghasilkan apa yang menjadi tujuan sebelumnya.
Akhirnya, konsep administrasi dalam arti yang luas didefinisikan para ahli sebagai berikut:
a) Administrasi adalah kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat eksekutif dalam suatu organisasi yang bertugas mengatur, memajukan, dan melengkapi usaha kerjasama sekumpulan orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu (Ordway Tead dalam Thoha, 1983).
b) Administrasi adalah proses yang biasanya terdapat pada semua usaha kelompok baik usaha pemerintah/swasta, sipil/militer, baik secara besar-besaran ataupun kecil-kecilan (Thoha, 1983).
c) Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih didasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya (Sondang P. Siagian).
d) Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan setiap usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan akhir yang telah ditentukan (The Liang Gie, 1962).

3. Sejarah Perkembangan Administrasi Di Indonesia

Setelah mengetahui asal usul administrasi, berikut ini perjalanan administrasi dalam tumbuh kembangnya di Indonesia:

1. Tahun 1954 Edward H. Litchfield dan Allan C. Ramkin (Amerika Serikat) meneliti konsep administrasi kepegawaian di Indonesia dengan mengadakan kegiatan pelatihan (training administration on Indonesian).
2. Tahun 1957 Akhirnya pemerintah memberikan momentum pendirian Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta.
3. Tahun 1959 Lynton K. Caldwell dan Howard L. Timn (Amerika Serikat) datang ke Indonesia memberikan motivasi pemerintah untuk mengembangkan ilmu administrasi dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Memberikan tugas pokok kepada LAN untuk dapat membina, memelihara, dan mengembangkan administrasi di Indonesia.
4. Sejalan dengan proses pengembangan LAN, Indonesia mengizinkan berdirinya fakultas-fakultas ilmu administrasi di perguruan tinggi negeri dan swasta. Pokok bahasan yang dikaji dalam fakultas ilmu administrasi, membahas tentang:
a) Filsafat administrasi
Membahas hakikat administrasi melalui pandangan dasar, prinsip-prinsip, dan norma-norma dalam kedudukannya di lingkungan masyarakat, hubungannya dengan unsur-unsur pendukung administrasi, secara sistematis dan lebih mendalam.
b) Teori administrasi

Membahas secara ilmiah bagaimana administrasi mempengaruhi kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat tanpa memberikan komentar atau pendapat. Fungsi dari teori administrasi adalah:
a. Petunjuk untuk mengambil keputusan/ tindakan.
b. Petunjuk menghimpun data/keterangan yang diperlukan.
c. Petunjuk memperoleh pengetahuan yang baru.
d. Alat menjelaskan karakteristik administrasi.
c) Praktik administrasi. Membahas administrasi sebagai seni dalam penerapan sehari-hari dengan berbagai teknik/metode.
d) Teknologi administrasi. Membahas penerapan administrasi yang memanfaatkan penggunaan mesin sebagai teknologi modern seperti komputer, PDA, telepon, faximile, dan lain-lain.
4. Unsur-Unsur Administrasi.

Dalam kegiatan administrasi terdapat 8 unsur yang saling barkaitan untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya, meliputi:
1. Organisasi
Kegiatan mengelompokkan dan menyusun kerangka kerja, jalinan hubungan kerjasama di antara para pekerja dalam suatu wadah bagi segenap usaha mencapai tujuan tertentu.
2. Manajemen
Kegiatan yang berfungsi merencanakan, meng-organisasikan, membina membimbing, menggerak-kan, dan mengawasi sekelompok orang, serta mengerahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan usaha kerjasama yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik.
3. Komunikasi
Kegiatan menyampaikan berita, pemberian ide, dan gagasan dari seseorang kepada orang lain, yang bersifat timbal-balik antara pimpinan dengan pimpinan, pimpinan dengan bawahan, baik secara formal maupun nonformal mewujudkan usaha kerjasama.
4. Informasi
Kegiatan menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, menyebarkan, dan menyimpan berbagai keterangan obyektif yang diperlukan dalam usaha kerjasama.
5. Personalia
Kegiatan mengatur dan mengurus penggunaan tenaga kerja yang diperlukan dalam usaha kerjasama.
6. Keuangan
Kegiatan mengatur dan mengolah penggunaan segi pembiayaan sekaligus pertanggungjawaban keuangan dalam usaha kerjasama.
7. Perbekalan
Kegiatan merencanakan, mengurus, dan mengatur penggunaan peralatan keperluan kerja dalam usaha kerjasama. Mengurus perlengkapan ini penting agar tidak menimbulkan pemborosan.
8. Humas
Kegiatan menciptakan hubungan dan dukungan yang baik dari lingkungan masyarakat sekitarnya terhadap usaha kerjasama perusahaan.
5. Hubungan Kegiatan Administrasi, Kegiatan Operasi, Dan Faktor Lingkungan
Pada dasarnya, kalau memaknai ulasan definisi administrasi di atas, secara singkat administrasi adalah kegiatan “Menata”. Secara etimologis berasal dari bahasa Jawa Kuno “tata/nata” dan bahasa Sansekerta “tatha”. Tetapi, kegiatan administrasi atau penataan tidak menjadi kegiatan satu-satunya dalam organisasi, masih ada kegiatan yang menunjang yakni kegiatan operasi (substantif). Kegiatan operasi adalah kegiatan inti yang langsung berhubungan dengan tujuan.

Berikut contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah:
1. Kegiatan operasi sekolah, antara lain:
a) Mengadakan proses belajar mengajar di kelas.
b) Berdiskusi (problem solving & sharing) dengan peserta didik.
c) Melakukan ulangan harian (test) pada peserta didik.
d) Menyusun lembar kerja siswa (portfolio).
e) Mengadakan penelitian tindakan kelas.
f) Dan lain-lain.
2. Kegiatan administrasi sekolah, antara lain:
a) Menyusun kebijakan akademik sekolah (visi & misi).
b) Membuat peraturan sekolah.
c) Membuat program pembelajaran tahunan.
d) Menyusun kalender akademik.
e) Membagi tugas bagi para guru (job description).
f) Menyusun jadwal pelajaran.
g) Menyusun rencana anggaran pendapatan belanja sekolah.
h) Menyiapkan ruang kelas.
i) Merencanakan perbekalan sekolah (logistic).
j) Mengatur gaji pegawai sekolah.
k) Menghimpun para guru, murid dan orang tua murid.
l) Mengurus kenaikan pangkat para pegawai sekolah.
m) Monitoring proses belajar mengajar yang tengah berjalan.
n) Membuat terobosan terbaru (inovasi) dalam pembelajaran.
o) Mengadakan rapat guna peningkatan perkembangan sekolah.
p) Menyusun laporan akademik tahunan.
q) Dan lain-lain.

Dari contoh di atas, nampak jelas pelaksanaan kegiatan ditunjukkan dengan skema di bawah ini:

Pengantar Ilmu Administrasi
(Soetarto, 2001)

Skema di atas menunjukkan kegiatan operasi dan kegiatan administrasi dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan satu sama lainnya. Penyelenggaraan kegiatan tidak terlaksana tanpa adanya kegiatan operasi, atau sebaliknya tidak ada kegiatan administrasi maka kegiatan operasi pun tidak akan berjalan. Jadi, skema di atas secara nyata menunjukkan semua kegiatan diawali dengan kegiatan administrasi, kemudian kegiatan administrasi berlangsung bersama-sama dengan kegiatan operasi, dan kegiatan berakhir dengan kegiatan administrasi kembali.
Kegiatan di atas pun, tidak berjalan dengan lancar ada beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi dengan membawa dampak positif (lancar) maupun negatif (hambatan).

Pengantar Ilmu Administrasi

Related terms: Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Administrasi Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara, Pengantar Ilmu Administrasi Negara, Hubungan Ilmu Administrasi Bisnis Dan, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Pengantar Linguistik AM


One Response to “Pengantar Ilmu Administrasi”

  1. [...] Manajemen Kearsipan Penulis: Irra Chrisyanti Dewi SPd., MSM Terbit: Mei, 2011 ISBN: 978-602-8963-30-5 Dimensi: 14 x 20,5 cm Tebal: vi + 186 hal Harga: Rp [...]

Copyright 2010 (c) PrestasiPustakaRaya.com | Hak Cipta Dilindungi Undang-undang