belajar forex untuk pemula
wanita | pelacur | wanita panggilan | memikat wanita | cara memikat wanita | tips memikat wanita | wanita penghibur panggilan | memikat hati wanita | doa memikat wanita | wanita tuna susila | kata memikat wanita | wanita panggilan bandung | wanita panggilan surabaya | wanita malam panggilan | trik memikat wanita | ajian memikat wanita | tip memikat wanita | ilmu memikat wanita | iklan wanita panggilan | harga wanita panggilan | wanita panggilan online | cerita wanita panggilan | ayat memikat wanita | panggilan wanita bali | wanita panggilan bogor |
Facebook

FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

Judul: Filsafat Ilmu Pengetahuan
Penulis: Prof. Konrad Kebung, Ph.D
Terbit: Maret, 2011
ISBN: 978-602-8963-28-2
Dimensi: 14 x 20,5 cm
Tebal: 344 hal
Harga: Rp 42.000,00


Filsafat Ilmu Pengetahuan

Filsafat Ilmu Pengetahuan

Daftar Isi

Pengantar v
Daftar Isi vii

PENDAHULUAN 1

BAB 1. APA ITU FILSAFAT? 5
A. Ciri –Ciri Berpikir Filosofis 7
B. Beberapa Gaya Berfilsafat 8
C. Cabang-Cabang Utama Filsafat (disiplin-disiplin utama dan umum) 9
1. Metafisika 9
2. Epistemologi 12
3. Aksiologi 13
4. Filsafat Alam Dunia (Kosmologi) 17
5. Filsafat Manusia 18
6. Filsafat Ketuhanan 21
7. Sejarah Filsafat 23
8. Logika 27
D. Beberapa Prinsip dalam Berfilsafat 29

BAB 2. FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN 31
• Pendekatan 32
• Pengertian Ilmu 32

BAB 3. FILSAFAT PENGETAHUAN (EPISTEMOLOGI) 37
A. Pengertian Filsafat Pengetahuan (epistemologi) 37
B. Arti Pengetahuan 39
C. Sumber-Sumber Pengetahuan Manusia 43
D. Bentuk atau Jenis Pengetahuan 46
E. Asal-Usul atau Metode-Metode Memperoleh Pengetahuan 51
1. Rasionalisme 51
2. Empirisme 55
3. Kritisisme 58
4. Positivisme 60

BAB 4. ILMU PENGETAHUAN 63
A. Pengertian Ilmu Pengetahuan 63
B. Ciri-Ciri Ilmu Pengetahuan 68
C. Divisi Ilmu Pengetahuan 70
D. Klasifikasi ilmu menurut para filsuf 74
E. Metode Ilmiah (dalam memperoleh pengetahuan) 81
1. Pengertian 81
1.1. Metode Abduksi 86
1.2. Metode Deduksi 91
1.3. Metode Induksi 93
1.3.1. Induksi Gaya Bacon 95
1.3.2. Induksi Gaya Mill 99
2. Sarana-Sarana Berpikir Ilmiah 103
3. Ilmu dan Teknologi 105
4. Hukum dan Teori Ilmiah 108

BAB 5. SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN 113
A. Zaman Yunani Klasik 115
B. Filsafat Abad Pertengahan (6-15 M) 120
C. Kelahiran Ilmu pada Zaman Renaisans (abad 16) 122
D. Zaman Modern (abad 17-akhir abad 19) 125
E. Zaman Kontemporer (abad 20 dan seterusnya) 130
BAB 6. ILMU-ILMU ALAM DAN ILMU-ILMU SOSIAL 137
Perkembangan Metode Induktif-Deduktif Modern 139
• Perkembangan Ilmu 139
• Ilmu Teoretis 141
• Ilmu-Ilmu Alam dan Ilmu-Ilmu Sosial 142
• Zaman Matangnya Ilmu-Ilmu 146

BAB 7. KEPASTIAN DAN KEBENARAN ILMIAH 149
BAB 8. ANGGAPAN-ANGGAPAN FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN MODERN 163
BAB 9. THOMAS S.KHUN DAN REVOLUSI ILMIAH 189
BAB 10. ILMU PENGETAHUAN DAN NILAI 229
BAB 11. ILMU PENGETAHUAN DAN MASYARAKAT 245
BAB 12. PERANAN ILMU PENGETAHUAN DAN PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA 255
BAB 13. SOSIOLOGI PENGETAHUAN DAN FEMINISME 267

PENUTUP 322
DAFTAR BACAAN 325
BIOGRAFI PENULIS 331

Kutipan Dari Bab:
PENDAHULUAN

Untuk dapat memahami filsafat ilmu pengetahuan kita perlu mengetahui pengertian dari masing-masing unsur ini yakni filsafat dan ilmu pengetahuan. Kalau masing-masing unsur ini dipahami dengan baik, kita akan dapat dengan mudah melihat arti, dan makna filsafat ilmu pengetahuan. Dengan memahami arti kita juga dapat mengerti dan melihat tempat dan manfaat disiplin filsafat ini untuk hidup, studi dan karya kita.

Filsafat tidak hanya kita lihat sebagai pandangan hidup atau falsafah hidup tetapi kita juga dapat melihatnya sebagai ilmu. Sebagai pandangan hidup, filsafat dapat dimengerti sebagai cara seseorang melihat dunia atau realitas kehidupan, memahami dunia kehidupan dan bagaimana dia bertindak dalam relasinya dengan dunia sekitar – entah dunia fisis, dunia manusiawi atau juga dunia metafisis dalam arti luas.

Sebagai ilmu, filsafat dipahami sebagai karya rasional manusia yang mengarahkan kita kepada kebenaran, sebagaimana tujuan kita mempelajari pelbagai macam ilmu. Namun kebenaran dalam tataran ilmu filsafat yang berobyekkan totalitas (all that is = segala sesuatu yang ada) harus selalu dikaitkan dengan pemahaman-pemahaman yang paralel seperti ‘yang satu’, ‘kebaikan’, ‘kebijaksanaan’, ‘keindahan’, ‘keadilan’, dan lain-lain, sesuai dengan arti dasar kata filsafat sebagai cinta akan kebijaksanaan. Karena itu dalam karya ini dipaparkan pelbagai topik seperti, kaitan antara filsafat dengan pengetahuan, filsafat dengan ilmu-ilmu pengetahuan (sains dan ilmu-ilmu sosial-kemanusiaan), filsafat dengan kehidupan masyarakat, dengan kebudayaan dan peradaban, kaitan antara filsafat dengan tingkah laku atau tindakan manusia (etika), dan lain-lain. Agar kita memiliki suatu pemahaman yang berkesinambungan, penulis juga membahas sejarah perkembangan ilmu sejak zaman klasik hingga zaman kontemporer dan bagaimana tempat dan peran refleksi filosofis dalam setiap era berpikir manusia, khususnya dalam menanggapi perkembangan internal ilmu-ilmu itu sendiri, sekaligus bagaimana ilmu-ilmu itu berperan dalam pembentukan cara berpikir manusia dan membawa manfaat bagi pelbagai aspek kehidupan manusia.

Perlu diketahui bahwa filsafat ilmu pengetahuan merupakan cabang filsafat yang baru diminati sejak abad 17 kendati akar dan dasar-dasarnya sudah ada dan ditemukan jauh sebelumnya. Sejak abad 20 cabang filsafat ini berkembang menjadi begitu komplit dalam pelbagai jurusan. Adapun alasannya adalah bahwa jumlah ilmu pengetahuan dan cabang-cabangnya selalu berkembang. Ini membawa implikasi yang amat bervariasi dan meresapi pelbagai bidang kehidupan manusia. Penekanan yang mau diberikan dalam karya ini adalah pembahasan filosofis tentang ilmu pengetahuan dan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan ini filsafat ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu disiplin filsafat yang membuat refleksi-refleksi kritis tentang ilmu-ilmu pengetahuan dalam perjalanan sejarah. Lebih dari itu kita melihat bagaimana ilmu-ilmu ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya demi perkembangan dunia dan manusia dalam rangka pemanusiaan manusia sebagaimana tujuan paling luhur dan akhir dari seluruh karya berfilsafat.

Filsafat, seperti diungkapkan Plato, selalu dimulai dari pertanyaan. Pertanyaan ini muncul karena orang merasa heran atau kagum akan sesuatu. Dengan pelbagai macam pertanyaan, kita sudah terlibat dalam aktivitas berfilsafat itu sendiri. Karena itu filsafat pertama-tama harus merupakan suatu sikap sekaligus membangun sikap manusia. Ia mempersoalkan cara atau metode bagaimana orang mempertanyakan segala sesuatu. Hakikat filsafat adalah bertanya secara terus menerus tanpa akhir.

Filsafat Ilmu Pengetahuan

Related terms: Pemikiran Plato, Pengertian Logika, Ringkasan Filsafat, Tokoh Filsafat, Aliran-Aliran Filsafat, Definisi Pengetahuan, Tokoh-Tokoh Filsafat Islam, Perbedaan Filsafat Dan Ilmu Pengetahuan


Copyright 2010 (c) PrestasiPustakaRaya.com | Hak Cipta Dilindungi Undang-undang