Pengantar Pendidikan
Judul: Pengantar Pendidikan
Penulis: Drs. Faturrahman M.M.Pd, Iif Khoiru Ahmadi, M.PD, Sofan Amri, S.Pd, Drs. Hendro Ari Setyono
Tahun Terbit: Mei 2012
ISBN: 978-602-8963-65-7
Kategori: Hukum
Dimensi: 14 x 20,5 cm
Tebal: xviii + 278 = 296
Harga: 40.000
Kuasi seni mengajar dengan cepat, mudah dan komprehensif!
Menjadi guru adalah profesi mulia karena akan menentukan masa depan bangsa dan oleh karenanya dibutuhkan serangkaian kompetensi teoritis, praktis dan mental dalam proses belajar mengajar ini. Seni mengajar tentu bukan sebatas panggilan atau bakat tapi sebuah ilmu atau kecakapan yang bisa dipelajari dan ditumbuhkembangkan. Masalahnya tidak semua guru mengetahui bagaimana melakukannya!
Lalu, bagaimana menguasai seni mengajar baik teoritis maupun praktis itu?
Buku “Pengantar Pendidikan” ini akan memandu Anda memahami seluk-beluk seni mengajar dan tip menjadi seorang guru yang trampil dan lugas sebagai mitra belajar anak didik. Para penulis menyiapkan materi-materi menarik bagaimana Anda bisa mengasah dan memperkuat dasar-dasar kependidikan Anda karena Anda akan menguasi tema-tema penting pendidikan seperti:
- konsep, dasar dan makna mengajar/belajar
- falsafah pendidikan
- peran pendidik dalam skema pendidikan nasional
- perkembangan mutakhir pendidikan Indonesia
- strategi jitu peningkatan kualitas pendidikan
- kerangka penerapan pendidikan karakter
- dan tema-tema up-to-date pendidikan lainnya
Dapatkan buku “Pengantar Pendidikan” ini segera dan temukan cara mudah, cepat dan komprehensif menguasai dasar-dasar pendidikan sehingga mempermudah tugas Anda sebagai seorang ‘pahlawan tanpa tanda jasa.’
Mediasi Peradilan – Menyelesaikan Sengketa Peradilan Dengan Sederhana, Cepat Dan Biaya Ringan
Judul: Mediasi Peradilan
Penulis: Dr. I. Made Sukadana, S.H., M.H.
Tahun Terbit: Mei 2012
ISBN: 978-602-8963-65-7
Kategori: Hukum
Dimensi: 14 x 20,5 cm
Tebal: xviii + 278 = 296
Harga: 40.000
TEMUKAN RAHASIA BAGAIMANA MEDIASI MAMPU MENYELESAIKAN SETIAP SENGKETA PERADILAN DENGAN SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN
Apa itu mediasi dan mengapa mediasi diperlukan?
Mediasi merupakan proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang bisa diterintegrasikan ke dalam proses atau acara peradilan. Pengintegrasian mediasi ke acara peradilan sesungguhnya tidak merancukan fungsi pokok peradilan yang bersifat ajudikasi tapi justru memperkuat fungsi ajudikasi tersebut. Mediasi sebagai cara yang terintegrasi ke acara peradilan memiliki keunggulan spesifik yaitu mampu menghasilkan putusan tanpa menyisakan masalah atau perasaan tidak enak apalagi kebencian, menciptakan harmoni diantara para pihak yang berdampak terwujudnya harmoni sosial, sesuai cita hukum indonesia dimana putusan bersifat final dan mengikat serta bertitel eksekutorial.
Mengapa mediasi diperlukan? Karena mediasi mampu mewujudkan proses peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan, serta mengurangi derasnya laju perkara ke pengadilan khususnya ke Mahkamah Agung dalam penyelesaian sengketa perdata di lembaga peradilan dan diatur dengan undang-undang.
Setelah membaca buku ini, anda akan memperoleh wawasan yang mendalam tentang esensi mediasi dalam penyelesaian sengketa perdata melalui lembaga peradilan dan integralisasi mediasi dalam penyelesaian sengketa perdata.
Penulis membahas tuntas pentingnya mediasi dalam tiga bab besar: [1] mediasi dalam sistem peradilan perdata indonesia [2] esensi mediasi dalam proses peradilan perdata [3] peran mediasi mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan
BAGAIMANA MENCAPAI RASA KEADILAN SEHINGGA KEPENTINGAN KEDUA PIHAK TERAKOMODASIKAN? JAWABANNYA HANYA ADA DI BUKU INI!
Dr. I Made Sukadana, SH, MH – yang bertugas di hakim pengadilan negeri surabaya – adalah seorang hakim dan mediator bersertifikasi Mahkamah Agung. Atas kepakaran dalam bidang mediasi, beliau juga seorang Trainier of Mediators.
Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Judul: Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Penulis: Akhmad Subekhi, M.M. dan Mohammad Jauhar, S.Pd
Tahun Terbit: Mei 2012
ISBN: 978-602-8963-71-8
Kategori: Bisnis dan Manajemen
Dimensi: 14 x 20,5 cm
Tebal: xiv + 242 = 256
Harga: 32.000
Apakah perusahaan Anda tidak mampu memaksimalkan potensi SDMnya? Bisakah perusahaan Anda dengan tepat menjalankan fungsi perencanaan, pelatihan dan pengembangan SDM? Apakah perusahaan Anda memiliki cetak-biru tentang analisis/desain pekerjaan? Bagaimana dengan rekruetmen dan orientasi karyawan baru? Mampukan perusahaan Anda menyediakan jenjang karir karyawan? Sudahkan perusahaan Anda menghargai dan memacu prestasi kerja karyawan? Bagaimana dengan struktur kompensasi dan evaluasi kinerka karyawan? Bisakah perusahaan Anda menghadapi revolusi system informasi, riset dan audit? Bagaimana dengan masalah hubungan industrial antara perusahaan, karyawan dan pemerintah?
Itulah sederet pertanyaan yang setiap hari menghantui perusahaan Anda. Bagaimana mengantisipasinya? Manajemen sumber daya manusia yang efektif mutlak diperlukan untuk meraih keunggulan kompetitif di setiap ceruk pasar. Ini hanya bisa diraih bila Anda mampu mengelola tiga tantangan besar sekaligus: keberlangsungan (sustainability), teknologi dan globalisasi. Tantangan internal dan ancaman eksternal ini harus ditangani sekaligus!
Adakah cara untuk menghadapinya? Ada … BACA BUKU INI!
Buku ini akan memperkuat perspektif dan keahlian manajerial Anda karena menjelaskan secara tuntas tentang:
1. Arti Dan Peran Sumber Daya Manusia
2. Fungsi Perencanaan, Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
3. Analisis Dan Desain Pekerjaan, Rekrutmen, Seleksi Karyawan.
4. Manajemen Karir Dan Prestasi Kerja
5. Kompensasi Dan Evaluasi Kinerja
6. Sistem Informasi, Riset, Audit Dan Hubungan Industrial
Dengan buku ini, Anda akan mampu mengelola setiap masalah yang timbul dalam manajemen SDM dan menyediakan solusi-solusi yang tepat dan cepat demi kelancaran operasi dan profitabilitas perusahaan Anda.
Tunggu apa lagi? Asahlah Keahlian Mengelola SDM Anda Demi Profitabilitas Perusahaan Anda SEKARANG JUGA!
Dasar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan C dan Java
Judul: Dasar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan C dan Java
Penulis: Windra Swastika, S. Kom, M. T. dan Paulus Lucky S. Kom.
Tahun terbit: Mei 2012
ISBN: 978-602-8963-72-5
Dimensi: 14 x 20,5 cm
Tebal: x + 270 = 280
Harga: 35.000
Full size Cover: Klik Di Sini
Buku “Dasar Algoritma dan Pemrograman Menggunakan C & Java” menjabarkan dasar-dasar algoritma dan penerapannya menggunakan bahasa C dan Java. Bahasa C dipilih karena inilah bahasa pemrograman yang menjadi dasar bahasa pemrograman modern, sementara pilihan Bahasa Java dikarenankan kemampuan bahasa pemrograman ini yang dapat dijalankan di berbagai platform komputer.
Buku ini akan mempertajam kemampuan analisa mahasiswa melalui berbagai soal-soal pemrograman yang akan mengantar mahasiswa dari fase belajar cara lama [menghafal rumus tanpa melakukan analisa] ke cara belajar kuliah (analisa pemecahan masalah). Latihan soal disajikan dalam 2 bentuk: latihan langsung dan latihan analisa [soal cerita].
Mahasiswa akan mendapatkan informasi lengkap tentang Dasar-Dasar Algoritma menggunakan Pemograman Java dan C karena kedua penulis menyajikan tema-tema penting seperti:
> ALGORITMA DALAM PROGRAM KOMPUTER
> TIPE DATA DAN VARIABEL
> PERINTAH FOR
> DEFINISI PROSEDUR
> DEFINISI ARRAY
> DASAR-DASAR STRING
> KUMPULAN SOAL-SOAL & SOLUSI
> GLOSARIUM
KUASAI SEKARANG JUGA DASAR-DASAR ALGORITMA MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA DAN C DENGAN CEPAT, MUDAH, LENGKAP DENGAN SOAL DAN PEMBAHASAN!
Profil Penulis:
Windra Swastika, S. Kom, M. T. Dosen tetap Teknik Informatika Universitas Ma Chung. Sedang studi doktoral di Chiba University, Jepang.
Paulus Lucky, S. Kom. Dosen tetap Teknik Informatika Universitas Ma Chung. Kontributor tetap untuk tabloid PC Mild. Pengampu mata kuliah: Bahasa Pemrograman, Pemrograman Berorientasi Objek dan Sistem Basis Data.
Kutipan Konten
Bab 1: Pengantar Algoritma
1.1. ALGORITMA DALAM PROGRAM KOMPUTER
Tanpa disadari, program komputer telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti pengiriman email, pencetakkan struk saat berbelanja di supermarket, mengecek pulsa HP, atau bertanya nomer telepon tertentu ke penerangan merupakan beberapa contoh bagaimana program komputer terlibat dalam kehidupan sehari-hari.
Program-program komputer yang ada, tidak begitu saja muncul. Sebelum menjadi program komputer utuh yang dapat difungsikan, diperlukan proses perancangan yang sistematis yang kemudian diimplementasikan ke dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu (seperti C, C++, PHP atau Java).
Dalam proses perancangan program komputer, pembuat program akan menentukan apa sajakah masukan yang diterima oleh program, bagaimana nantinya masukan tersebut diolah untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan, dan bagaimana pengguna program dapat berinteraksi dengan program. Proses ini akan sangat menentukan bagaimana program tersebut nantinya.
Tahapan-tahapan yang sistematis tentang bagaimana jalannya suatu program dari awal sampai akhir disebut dengan algoritma.Untuk setiap aksi yang dilakukan oleh program komputer dapat dipastikan memiliki algoritma. Sebagai contoh, ketika seorang operator penerangan telepon menjalankan program komputer untuk mencari data nomer telepon berdasarkan suatu alamat, maka urut-urutan logis (algoritma) yang dilakukan oleh program komputer adalah:
1. Meminta masukan alamat lengkap.
2. Dari semua data alamat yang telah tersimpan di basis data komputer, program akan membandingkan apakah alamat tersebut sama dengan yang diinginkan.
3. Jika sama, ambil nomer telepon dari alamat tersebut dan tampilkan ke layar.
4. Namun, jika dari semua data alamat yang ada ternyata tidak ada satupun yang memiliki kesamaan dengan alamat yang dicari, maka tampilkan bahwa alamat tersebut tidak memiliki nomer telepon.
Urut-urutan ini berlaku secara ketat. Jika urutan diubah, maka keluaran yang dihasilkan juga tidak akan sesuai dengan yang diinginkan.
Selain itu, ketika merancang suatu program, urut-urutan atau algoritma yang digunakan haruslah berupa instruksi yang jelas (tidak ambigu). Memberikan perintah “cari”, “tampilkan”, atau “minta masukkan” merupakan perintah yang ambigu karena tidak memiliki skopa (ruang lingkup) yang jelas. Apa yang hendak dicari? Apa yang hendak ditampilkan? Masukkan seperti apa yang diinginkan? Apakah masukan berupa angka? Berupa teks? Berupa tanggal? Berupa jam? Instruksi “cari” dapat diperjelas (agar tidak menjadi ambigu) menjadi: “cari huruf A pada teks yang dimasukkan oleh pengguna” atau “tampilkan hasil pencarian yang diperoleh pada langkah sebelumnya”. Jika instruksi pada algoritma tidak jelas, maka akan muncul kesulitan saat diterapkan ke dalam bahasa pemrograman.
Hal lain yang perlu diperhatikan ketika menyusun suatu algoritma adalah bahwa langkah-langkah (atau instruksi) yang ada haruslah terbatas. Program komputer tidak dapat menjalankan suatu instruksi yang tidak memiliki batas tertentu. Misalnya instruksi, “Cari kata ABC pada halaman 1 sampai ketemu” merupakan instruksi yang tidak jelas batasannya. Apa definisi “ketemu”? Lain halnya dengan instruksi “Cari “Cari kata ABC pada halaman 1 sampai X=1”. Artinya pencarian akan dihentikan ketika nilai X=1 (terbatas). Selama nilai X belum 1, maka pencarian kata ABC akan terus dilanjutkan pada halaman 1.
Dalam ilmu komputer, masih belum ada definisi yang standard tentang apa itu algoritma. Munir mendefinisikan algoritma sebagai “urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.” Dari definsi di atas, algoritma dapat diterapkan secara luas dalam setiap pemecahan masalah yang terjadi. Sebagai contoh algoritma untuk memasak mie instan adalah sebagai berikut:
1. Rebus air hingga mendidih.
2. Masukkan mie instan ke dalam air mendidih tersebut.
3. Tunggu beberapa hingga mie terlihat matang.
4. Jika mie sudah dirasa matang, angkat dan tiriskan.
5. Campurkan bumbu-bumbu, dan aduk hingga rata.
Secara umum, algoritma di atas dapat dimengerti oleh manusia.Namun ketika algoritma ini diterapkan dalam komputer, akan muncul ambiguitas dan ketidakjelasan seperti “apa definisi mendidih?” (pada langkah 1), “apa definisi ‘terlihat matang’?” (pada langkah 3), “apa definisi ‘rata’?” (pada langkah 5). Contoh algoritma yang dapat dengan mudah diterapkan dalam komputer adalah algoritma untuk menghitung dan menampilkan sisi miring segitiga siku-siku.
1. Masukkan dua buah bilangan bulat, yaitu a dan b.
2. Hitung sisi miring dengan menggunakan rumus akar(a2+b2) dan simpan hasil perhitungan dalam sebuah penampung angka bernama c.
3. Tampilkan nilai c (hasil perhitungan dari langkah 2).
Penampung angka yang digunakan untuk menyimpan isi dari perhitungan disebut dengan variabel. Pada langkah pertama juga muncul dua buah variabel, yaitu a dan b. Pada langkah ke-3, kata ‘akar’ merupakan suatu fungsi atau operasi yang dikenal dalam berbagai bahasa pemrograman. Kejelasan dalam suatu algoritma akan memudahkan saat diterapkan ke dalam Bahasa Pemrograman.
Catatan: Kemampuan menyusun algoritma perlu dipunyai oleh Mahasiswa Teknik Informatika karena akan melatih keteraturan dalam menyusun penyelesaian masalah-masalah komputasi.
Algoritma menghitung sisi miring di atas disebut sebagai algoritma yang sekuensial. Saat diterapkan pada bahasa pemrograman komputer tertentu, komputer akan mengeksekusi setiap perintahnya dari perintah yang paling atas hingga perintah terakhir tepat satu kali. Namun, kenyataannya, seringkali ditemui program komputer yang tidak sekuensial atau berdasarkan kondisi tertentu. Misalnya, dalam program komputer untuk menentukan kelulusan berdasarkan masukan dari suatu nilai, program komputer untuk menentukan grade nilai (A, B, C, D, E) berdasarkan jangkauan nilai tertentu (100-90, 89-65, 64-55, 54-40, 39-0). Algoritma yang melibatkan kondisi disebut sebagai algoritma kondisional. Contoh penulisan algoritma kondisional untuk menentukan kelulusan adalah sebagai berikut:
1. Masukkan nilai siswa dan simpan ke dalam variabel N.
2. Jika nilai N >= 55 maka tampilkan “Lulus”, namun jika N<55, tampilkan “Tidak Lulus”.
Pada algoritma di atas, langkah 2 memiliki dua perintah untuk menampilkan “Lulus” atau “Tidak Lulus” berdasarkan kondisi nilai N. Kedua perintah ini tidak akan dijalankan bersamaan. Bandingkan dengan algoritma sekuensial di mana setiap perintah pasti akan dijalankan sekali. Contoh lain algoritma kondisional untuk menentukan grade adalah sebagai berikut:
Puzzle | Teka-Teki | KAKURO – The Destroyer
Judul: Kakuro – The Destroyer
Penulis: Hideyoshi Tanaka
Terbit: April, 2012
ISBN: 978-602-8963-66-4
Dimensi: 14 x 20,5 cm
Tebal: 229 hal
Harga: Rp 35.000,00

Kakuro adalah fenomena teka-teki [puzzle] #2 [setelah Sudoku dan KenKen] yang sangat digemari di seluruh dunia! Menyenangkan, menantang, sangat adiktif, dan tentu saja edukatif! Kakuro adalah cara bagus untuk memanjakan diri sendiri sekaligus melatih otak Anda!
Kakuro adalah penantang terbaru kejeniusan Anda!
Kakuro atau Kakuro adalah sejenis teka-teki logika yang sering dianggap sebagai transliterasi matematika teka-teki silang. Teka-teki Kakuro merupakan inovasi jenius dalam teka-teki matematika-dan-logika
Bagaimana memecahkan puzzle Kakuro? Mudah sekali! Teka-teki Kakuro hanya meminta Anda untuk menyisipkan angka dari 1 sampai 9 secara eksklusif ke dalam sebuah sangkar [baris kotak] sehingga jumlah akhirnya sama dengan angka target. Uniknya [tantangannya] Anda tidak diperkenankan mengulangi angka dalam yang telah digunakan.
Apakah diperlukan keterampilan matematika untuk memecahkan Kakuro? Ya, Anda hanya perlu menambahkan beberapa angka (1-9) untuk menyelesaikan Kakuro! Anda bisa menuntaskannya baik secara horizontal maupun vertical.
Dalam edisi Kakuro ini Anda dapat memilih apa pun puzzle sesuai tingkat kecerdasan Anda!
Jangan lupa: Setiap puzzle Kakuro dilengkapi dengan JAWABANNYA! Jadi Anda tidak perlu khawatir:
BACA BUKU INI, TANTANG OTAK ANDA – BILA MENTOK, BUKA KUNCI JAWABANNYA!


MUDAH KAN?










